A Modern Day Kampung By The Water – Kampung Pendas Baru

In my early childhood, I lived in a wooden stilt house on a river bank of a branch of Kallang River, Singapore. It was attached to my maternal grandparents house. There was a bridge behind our house that linked our house to our grandparents house. It was here that we clean ourselves. Then there was another that stretched out into the river and at the end of it there was a hut where we disposed off our organic waste.   I remember very well the sound made when it hit the water or mud, it seemed to reverberate vividly in the closed compartment.  Those were the days.

I was delighted when I saw a new kampung by the water at Tanjung Kupang, on the southwestern end of Johor, Malaysia. A modern kampung of stilt houses built of bricks. Yeah, sadly with the dwindling forest, woods had became scarce and expensive. Besides, wood is combustible, easily incinerated and thus reduced to ash, so it’s for the better.

It is a modern kampung because other than brick houses on stilts there are no more hut for organic waste removal to be seen. Classic and yet modern. The folks were relocated here from their old domicile of Kampung Pendas not far away. I waited for the day when the tide is high to go there for photo outing. It was last Wednesday and here are the images.

Kampung Tepian Laut Moderen – Kampung Pendas Baru

Kampung Pendas Baru, Tanjung Kupang, Johor

Hari ini saya telah ke Gelang Patah dan menyelusuri jalan lama ke Pendas, Tanjung Kupang, yang terletak di tepian laut di bahagian barat daya negeri Johor. Bak kata tukang kasut dalam cerita Ali Baba Bujang Lapok, “Gua Tupulanjat.” Saat saya tiba di sana keadaan sudah berubah. Lama sudah saya tidak kesana, saya rasa lebih dari tiga tahun. Di situ telah wujud satu kawasan perumahan baru yang diberi nama Kampung Baru Pendas.

Rumah-rumah di kampung ini baru-baru belaka. Rumah-rumah panggung batu yang didirikan dipergusian air (tidak pasti jika keseluruhan kampung). Sangat unik kampung ini, kampung yang belum pernah saya lihat di lain-lain tempat. Moderen tapi klasik. Tiada lagi pondok tempat pembuangan sampah organik. Oleh kerana saya pernah tinggal di tempat yang keadaan sebegitu teringin juga untuk memiliki sebuah unit di situ. Apabila ditanyakan kepada seorang penghuni di situ, dijawabnya, “Ini adalah pemberian kerajaan (Negeri Johor) sebagai ganti rumah kami di Pendas (Kampung Pendas yang lama).”

Rumah-rumah panggung batu di pergusian air

Sungguh bertuah mereka. Diharapkan mereka dapat menjaga kelestarian keadaan sekitaran mereka, menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau lima puluh tahun dahulu, sampah tidak menjadi masalah sangat kerana kertas-kertas dan bahan-bahan organik akan hancur dikerjakan oleh masa dan cuaca, tetapi sekarang adanya plastik, seratus tahun ia tetap plastik juga.

Akhir kata, ini adalah suatu pembangunan yang boleh dicontohi oleh daerah-daerah lain yang serupa.

Tambahan (31 Ogos 2012) : Banyak lagi gambar-gambar perkampungan ini boleh dilihat di sini.